Salah satu jenis beruang, yaitu beruang kungkang atau sloth bear yg hidup di asia tenggara, tidak memiliki gigi seri. Tapi justru dr variasi tsb, membuat beruang jenis ini bisa survive. Kehilangan gigi seri memudahkan dia untuk mendapatkan makanan berupa semut dan rayap dengan cara menghisap. Memiliki moncong dan lidah panjang yg membantu mendapatkan makanan. Hutan meninggalkan banyak kayu lapuk. Di dalam kayu lapuk itulah sumber kalori melimpah, berupa semut dan rayap.
Jika sloth bear justru bisa survive dengan tidak memiliki gigi seri, maka pada dasarnya seleksi alam tidak mengenal handicap atau kekurangan. Segala yang lahir adalah variasi kehidupan. Menjadi handicap jika kebetulan variasi tersebut tidak bejodoh dengan keadaan alam saat itu dan memiliki probabilitas lebih rendah untuk survive.
Setiap individu lahir dengan kombinasi variasi biologis. Apakah suatu variasi menjadi keuntungan, netral, atau kerugian bergantung pada kesesuaiannya dengan lingkungan pada saat itu. Seleksi alam tidak menilai suatu sifat sebagai baik atau buruk secara mutlak, melainkan berdasarkan pengaruhnya terhadap keberhasilan bertahan hidup dan bereproduksi.