Apakah Pasar Modal adalah Permainan Zero Sum Game?

Secara sederhana, zero sum game bisa diartikan sebagai permainan impas-impasan. Keuntungan yg dialami oleh satu pihak adalah kerugian yg bagi pihak lain dalam jumlah yg sama persis. Sebaliknya, non zero sum game berarti situasi di mana total keuntungan dapat bertambah (atau berkurang), sehingga memungkinkan kondisi semua pihak mendapat manfaat & tercipta nilai tambah baru.

Dalam dunia ekonomi, banyak orang menilai bahwa pasar modal sebagai permainan zero sum game. Karena jika didefinisikan secara pragmatis, pasar modal adalah sebuah tempat dimana seseorang berharap mendapat keuntungan dari kerugian yg dialami oleh orang lain. Jika ada sejumlah orang mendapat keuntungan dari transaksi di pasar modal, konsekuensi nya pasti ada sekelompok lain yang mengalami kerugian di saat yg sama.

Jika melihat dari perspektif itu, tidak salah apabila pasar modal sering disebut sebagai zero sum game. Karena dalam jangka pendek, transaksi di pasar modal memang tidak menghasilkan nilai tambah apapun. Bahkan, tidak sepenuhnya salah jika ada orang yg berasumsi bahwa pasar itu identik dengan kegiatan judi. Karena faktanya, sebagian besar pelaku pasar modal memang berperilaku layaknya penjudi. Ingin cepat kaya, tanpa bekerja, dalam waktu sesingkat-singkatnya. Perilaku seperti ini, dalam dunia pasar modal sering disebut sebagai trading atau “main saham.”

Tapi, pasar modal bukan hanya angka yg bergerak di layar. Di balik saham ada perusahaan, ada manusia yg bekerja, ada produk yg dibuat, ada kebutuhan konsumen yg dipenuhi, ada teknologi yg dikembangkan, dan ada nilai tambah yg dihasilkan. Kepemilikan saham adalah kepemilikan sebuah perusahaan. Ketika perusahaan nya beroperasi dg baik & mencetak laba secara berkelanjutan, itulah yg mengubah perspektif pasar modal dr permainan zero sum game menjadi positif sum game. 

Jadi ada dua hal yg sering tercampur ketika kita membicarakan pasar modal. Trading saham di pasar sekunder memang sangat mudah dilihat sebagai permainan antar pihak. Tapi, dalam perspektif yg lebih panjang, investasi saham bukan sekadar berharap mendapatkan keuntungan dari kerugian orang lain. Kita sedang memiliki bagian dari sebuah bisnis yg berusaha menciptakan nilai. Dan mungkin disinilah perbedaan paling penting antara melihat pasar modal sebagai permainan uang dengan melihat saham sebagai kepemilikan bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *