Matahari Department Store saat ini tengah menghadapi masa yang cukup menantang. Laporan keuangan kuartalan menunjukkan bahwa perusahaan hanya mampu mencatatkan laba signifikan pada momen Lebaran dan Tahun Baru. Di luar periode itu, profitabilitas seringkali menurun cukup tajam. Selain itu, rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang berada di kisaran 1,6 kali menunjukkan tekanan finansial yang tidak bisa diabaikan.
Namun di sisi lain, Matahari masih memiliki kekuatan penting yang tidak dimiliki banyak pemain ritel lain, yakni margin produk yang tinggi—mencapai sekitar 70%. Ini memberi perusahaan ruang bernapas yang lebih panjang untuk mengeksplorasi strategi baru dan beradaptasi terhadap perubahan pasar. Kekuatan ini bisa menjadi modal berharga untuk melakukan perbaikan model bisnis dan menata kembali arah pertumbuhan.
Selama puluhan tahun, Matahari telah menjadi salah satu ikon ritel Indonesia, mewakili wajah modernisasi gaya hidup masyarakat perkotaan. Bagi banyak orang, nama “Matahari” bukan sekadar toko, melainkan bagian dari memori kolektif — tempat keluarga berbelanja, mencari kebutuhan hari raya, hingga menikmati pengalaman berbelanja yang khas di masanya. Namun dunia ritel telah berubah drastis, dan posisi yang dulu dominan kini harus diperjuangkan kembali dengan pendekatan yang lebih adaptif.
Saya menyadari sepenuhnya, sebagai praktisi bisnis yang relatif baru di dunia fashion, tentu pengalaman saya belum ada apa-apanya dibandingkan manajemen Matahari yang sudah puluhan tahun mengarungi dunia itu dan sudah lulus ujian berkali-kali melewati krisis demi krisis. Tetapi sebagai praktisi digital marketing, saya hanya bisa memberikan perspektif tentang kekuatan margin yang dimiliki Matahari yang memberikan napas sangat lega untuk bergerak, serta bagaimana dalam ekosistem digital, operasional dan marketing dapat dikelola dengan lebih efisien.
Sistem pemasaran di ekosistem digital tidak hanya menawarkan saluran baru untuk berpromosi, tetapi juga dapat memberikan double impact: menghasilkan konversi secara online sekaligus meningkatkan penjualan di gerai offline. Melalui pendekatan digital yang tepat, Matahari dapat memperoleh biaya akuisisi pelanggan yang lebih efisien, memanfaatkan budget marketing secara lebih hemat, serta menekan biaya operasional melalui proses yang lebih terukur.
Selain itu, pemasaran digital memungkinkan perusahaan untuk menemukan pasar yang paling sesuai dengan nilai produknya, menyampaikan pesan dan value brand secara berulang, serta membuat keputusan berbasis data valid — bukan sekadar intuisi. Dalam konteks ini, Matahari tidak harus melakukan transformasi total menjadi bisnis digital, melainkan cukup mengalokasikan porsi anggaran yang proporsional untuk strategi digital marketing. Langkah ini merupakan opsi rasional untuk menaikkan pendapatan sekaligus memperbaiki margin bersih, sambil tetap mempertahankan operasional gerai fisik yang selama ini menjadi tulang punggung utama pendapatan perusahaan.
Pada akhirnya, apa pun langkah yang diambil oleh manajemen tidak perlu diukur dengan benar atau salah. Yang terpenting adalah fokus pada inti permasalahan, yaitu bagaimana menumbuhkan laba secara berkelanjutan — baik melalui peningkatan pendapatan maupun dengan memperkuat efisiensi bisnis, baik dalam metode marketing maupun operasional.
Dari perspektif value investing, perjalanan saham Matahari (kode: LPPF) juga mencerminkan tantangan dan ekspektasi yang dihadapi perusahaan. Harga sahamnya telah turun sekitar 91% dari puncaknya di tahun 2016, sebuah penurunan tajam yang merefleksikan penghakiman pasar terhadap kinerja bisnisnya. Namun, bagi investor berorientasi nilai, kondisi ini justru bisa menjadi peluang. Dengan valuasi yang hanya sekitar 4 kali laba tahunan, serta rekam jejak pembagian dividen yang tinggi — mencapai yield hingga 15% per tahun dalam lima tahun terakhir — saham LPPF saat ini memang tampak undervalued.
Pertanyaan terbesarnya, tentu saja, adalah apakah penurunan laba ini akan terus berlanjut atau justru mulai berbalik naik (bounce back)? Jawaban dari pertanyaan ini sangat bergantung pada sejauh mana efektivitas langkah-langkah manajemen dalam memperkuat pondasi bisnis — termasuk bagaimana mereka memanfaatkan potensi digital sebagai penggerak pertumbuhan baru dan menata efisiensi secara menyeluruh.
Bagi para investor yang memiliki ketertarikan pada perusahaan ini, langkah paling bijak adalah terus memantau strategi dan adaptasi manajemen dalam menghadapi perubahan lanskap ritel modern. Jika eksekusi strategi digital, efisiensi operasional, dan fokus pada profitabilitas jangka panjang dijalankan dengan disiplin, bukan tidak mungkin Matahari kembali menemukan cahayanya — tidak hanya sebagai simbol kejayaan ritel masa lalu, tetapi juga sebagai contoh kebangkitan bisnis yang mampu menyesuaikan diri di era baru.