Bisakah Perang Antar-Manusia Dihapuskan secara Total?

Jika ditanyakan dalam perspektif biologi apakah perang antar-manusia bisa dihilangkan secara total? Maka jawabannya: Ya, secara teori, perang di antara manusia bisa dihilangkan. Sayangnya, secara praktik, hal itu nyaris mustahil. Apa penjelasan nya?

Dalam skenario optimis, manusia adalah makhluk yang sangat pandai mengimitasi (peniru ulung). Hampir semua pencapaian teknologi lahir dari imitasi terhadap alam. Seharusnya, kemampuan ini juga bisa dipakai untuk meniru sistem sosial yang lebih damai. Jika manusia memang menginginkan kehidupan sosial yang lebih damai, sebetulnya tinggal meniru saja contoh yang sudah tersedia di alam. Contohnya kalau melihat kehidupan semua spesies dalam famili primata, kelompok apa yang sistem sosial nya paling stabil: misalnya bonobo.

Bonobo dalam keluarga primata, adalah spesies yang sangat mahir dalam menyelesaikan pertikaian antar-individu yang membuat sistem sosial nya sangat stabil. Mereka menyelesaikan konflik dengan rekonsiliasi, bukan pertikaian. Jika manusia mau belajar, pola itu bisa ditiru dan dilatih dalam skala sosial kita. Tentu dalam prakteknya tetap memperhatikan perbedaan kompleksitas antar keduanya, tetapi banyak hal-hal mendasar yang layak untuk kita notice.

Namun, dalam skenario pesimis, otak manusia pada faktanya berevolusi lebih mirip simpanse – kerabat dekat kita – yang cenderung menyelesaikan konflik lewat agresi. Perang, pada dasarnya, adalah perpanjangan dari dorongan evolusioner: perebutan sumber daya, status, dan keamanan kelompok. Itulah sebabnya menghapuskan perang terasa mustahil.

Meski begitu, “mustahil” bukan berarti tidak ada harapan. Yang mungkin kita capai adalah meminimalkan perang atau menggeser bentuknya: dari konflik bersenjata menjadi kompetisi di bidang ekonomi, politik, atau ide. Sejarah sudah menunjukkan penurunan jumlah dan intensitas perang dibandingkan ratusan tahun lalu. Itu bukti bahwa manusia mampu belajar, beradaptasi, dan menciptakan mekanisme damai.

Jadi, meskipun perang tak bisa dihapuskan sepenuhnya, ia bisa ditekan hingga jarang terjadi. Dan mungkin, di situlah letak kemenangan kita yang sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *